Al-Qur'an Juz 3

Terjemahan dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

۞ تِلْكَ
ٱلرُّسُلُ
فَضَّلْنَا
بَعْضَهُمْ
عَلَىٰ
بَعْضٍۢ ۘ
مِّنْهُم
مَّن
كَلَّمَ
ٱللَّهُ ۖ
وَرَفَعَ
بَعْضَهُمْ
دَرَجَـٰتٍۢ ۚ
وَءَاتَيْنَا
عِيسَى
ٱبْنَ
مَرْيَمَ
ٱلْبَيِّنَـٰتِ
وَأَيَّدْنَـٰهُ
بِرُوحِ
ٱلْقُدُسِ ۗ
وَلَوْ
شَآءَ
ٱللَّهُ
مَا
ٱقْتَتَلَ
ٱلَّذِينَ
مِنۢ
بَعْدِهِم
مِّنۢ
بَعْدِ
مَا
جَآءَتْهُمُ
ٱلْبَيِّنَـٰتُ
وَلَـٰكِنِ
ٱخْتَلَفُوا۟
فَمِنْهُم
مَّنْ
ءَامَنَ
وَمِنْهُم
مَّن
كَفَرَ ۚ
وَلَوْ
شَآءَ
ٱللَّهُ
مَا
ٱقْتَتَلُوا۟
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يَفْعَلُ
مَا
يُرِيدُ
٢٥٣
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus.1 Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kahendak-Nya.

يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
أَنفِقُوا۟
مِمَّا
رَزَقْنَـٰكُم
مِّن
قَبْلِ
أَن
يَأْتِىَ
يَوْمٌۭ
لَّا
بَيْعٌۭ
فِيهِ
وَلَا
خُلَّةٌۭ
وَلَا
شَفَـٰعَةٌۭ ۗ
وَٱلْكَـٰفِرُونَ
هُمُ
ٱلظَّـٰلِمُونَ
٢٥٤
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.

ٱللَّهُ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّا
هُوَ
ٱلْحَىُّ
ٱلْقَيُّومُ ۚ
لَا
تَأْخُذُهُۥ
سِنَةٌۭ
وَلَا
نَوْمٌۭ ۚ
لَّهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ ۗ
مَن
ذَا
ٱلَّذِى
يَشْفَعُ
عِندَهُۥٓ
إِلَّا
بِإِذْنِهِۦ ۚ
يَعْلَمُ
مَا
بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ
وَمَا
خَلْفَهُمْ ۖ
وَلَا
يُحِيطُونَ
بِشَىْءٍۢ
مِّنْ
عِلْمِهِۦٓ
إِلَّا
بِمَا
شَآءَ ۚ
وَسِعَ
كُرْسِيُّهُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ ۖ
وَلَا
يَـُٔودُهُۥ
حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَلِىُّ
ٱلْعَظِيمُ
٢٥٥
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya1 meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

لَآ
إِكْرَاهَ
فِى
ٱلدِّينِ ۖ
قَد
تَّبَيَّنَ
ٱلرُّشْدُ
مِنَ
ٱلْغَىِّ ۚ
فَمَن
يَكْفُرْ
بِٱلطَّـٰغُوتِ
وَيُؤْمِنۢ
بِٱللَّهِ
فَقَدِ
ٱسْتَمْسَكَ
بِٱلْعُرْوَةِ
ٱلْوُثْقَىٰ
لَا
ٱنفِصَامَ
لَهَا ۗ
وَٱللَّهُ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
٢٥٦
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut1 dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

ٱللَّهُ
وَلِىُّ
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
يُخْرِجُهُم
مِّنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
إِلَى
ٱلنُّورِ ۖ
وَٱلَّذِينَ
كَفَرُوٓا۟
أَوْلِيَآؤُهُمُ
ٱلطَّـٰغُوتُ
يُخْرِجُونَهُم
مِّنَ
ٱلنُّورِ
إِلَى
ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
ٱلنَّارِ ۖ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
٢٥٧
Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِى
حَآجَّ
إِبْرَٰهِـۧمَ
فِى
رَبِّهِۦٓ
أَنْ
ءَاتَىٰهُ
ٱللَّهُ
ٱلْمُلْكَ
إِذْ
قَالَ
إِبْرَٰهِـۧمُ
رَبِّىَ
ٱلَّذِى
يُحْىِۦ
وَيُمِيتُ
قَالَ
أَنَا۠
أُحْىِۦ
وَأُمِيتُ ۖ
قَالَ
إِبْرَٰهِـۧمُ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
يَأْتِى
بِٱلشَّمْسِ
مِنَ
ٱلْمَشْرِقِ
فَأْتِ
بِهَا
مِنَ
ٱلْمَغْرِبِ
فَبُهِتَ
ٱلَّذِى
كَفَرَ ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلظَّـٰلِمِينَ
٢٥٨
Tidakkah kamu memperhatikan orang1 yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan."2 Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

أَوْ
كَٱلَّذِى
مَرَّ
عَلَىٰ
قَرْيَةٍۢ
وَهِىَ
خَاوِيَةٌ
عَلَىٰ
عُرُوشِهَا
قَالَ
أَنَّىٰ
يُحْىِۦ
هَـٰذِهِ
ٱللَّهُ
بَعْدَ
مَوْتِهَا ۖ
فَأَمَاتَهُ
ٱللَّهُ
مِا۟ئَةَ
عَامٍۢ
ثُمَّ
بَعَثَهُۥ ۖ
قَالَ
كَمْ
لَبِثْتَ ۖ
قَالَ
لَبِثْتُ
يَوْمًا
أَوْ
بَعْضَ
يَوْمٍۢ ۖ
قَالَ
بَل
لَّبِثْتَ
مِا۟ئَةَ
عَامٍۢ
فَٱنظُرْ
إِلَىٰ
طَعَامِكَ
وَشَرَابِكَ
لَمْ
يَتَسَنَّهْ ۖ
وَٱنظُرْ
إِلَىٰ
حِمَارِكَ
وَلِنَجْعَلَكَ
ءَايَةًۭ
لِّلنَّاسِ ۖ
وَٱنظُرْ
إِلَى
ٱلْعِظَامِ
كَيْفَ
نُنشِزُهَا
ثُمَّ
نَكْسُوهَا
لَحْمًۭا ۚ
فَلَمَّا
تَبَيَّنَ
لَهُۥ
قَالَ
أَعْلَمُ
أَنَّ
ٱللَّهَ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍۢ
قَدِيرٌۭ
٢٥٩
Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah runtuh hingga menutupi (puing-puing) atap-atapnya, dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?" Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (disini)?" Dia (orang itu) menjawab, "Aku tinggal (disini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya mengetahui (yakin) bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

وَإِذْ
قَالَ
إِبْرَٰهِـۧمُ
رَبِّ
أَرِنِى
كَيْفَ
تُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ ۖ
قَالَ
أَوَلَمْ
تُؤْمِن ۖ
قَالَ
بَلَىٰ
وَلَـٰكِن
لِّيَطْمَئِنَّ
قَلْبِى ۖ
قَالَ
فَخُذْ
أَرْبَعَةًۭ
مِّنَ
ٱلطَّيْرِ
فَصُرْهُنَّ
إِلَيْكَ
ثُمَّ
ٱجْعَلْ
عَلَىٰ
كُلِّ
جَبَلٍۢ
مِّنْهُنَّ
جُزْءًۭا
ثُمَّ
ٱدْعُهُنَّ
يَأْتِينَكَ
سَعْيًۭا ۚ
وَٱعْلَمْ
أَنَّ
ٱللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌۭ
٢٦٠
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

مَّثَلُ
ٱلَّذِينَ
يُنفِقُونَ
أَمْوَٰلَهُمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
كَمَثَلِ
حَبَّةٍ
أَنۢبَتَتْ
سَبْعَ
سَنَابِلَ
فِى
كُلِّ
سُنۢبُلَةٍۢ
مِّا۟ئَةُ
حَبَّةٍۢ ۗ
وَٱللَّهُ
يُضَـٰعِفُ
لِمَن
يَشَآءُ ۗ
وَٱللَّهُ
وَٰسِعٌ
عَلِيمٌ
٢٦١
Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

ٱلَّذِينَ
يُنفِقُونَ
أَمْوَٰلَهُمْ
فِى
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
ثُمَّ
لَا
يُتْبِعُونَ
مَآ
أَنفَقُوا۟
مَنًّۭا
وَلَآ
أَذًۭى ۙ
لَّهُمْ
أَجْرُهُمْ
عِندَ
رَبِّهِمْ
وَلَا
خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلَا
هُمْ
يَحْزَنُونَ
٢٦٢
Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

۞ قَوْلٌۭ
مَّعْرُوفٌۭ
وَمَغْفِرَةٌ
خَيْرٌۭ
مِّن
صَدَقَةٍۢ
يَتْبَعُهَآ
أَذًۭى ۗ
وَٱللَّهُ
غَنِىٌّ
حَلِيمٌۭ
٢٦٣
Perkataan yang baik dan pemberian maaf 1 lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.

يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تُبْطِلُوا۟
صَدَقَـٰتِكُم
بِٱلْمَنِّ
وَٱلْأَذَىٰ
كَٱلَّذِى
يُنفِقُ
مَالَهُۥ
رِئَآءَ
ٱلنَّاسِ
وَلَا
يُؤْمِنُ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ ۖ
فَمَثَلُهُۥ
كَمَثَلِ
صَفْوَانٍ
عَلَيْهِ
تُرَابٌۭ
فَأَصَابَهُۥ
وَابِلٌۭ
فَتَرَكَهُۥ
صَلْدًۭا ۖ
لَّا
يَقْدِرُونَ
عَلَىٰ
شَىْءٍۢ
مِّمَّا
كَسَبُوا۟ ۗ
وَٱللَّهُ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلْكَـٰفِرِينَ
٢٦٤
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya` (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

وَمَثَلُ
ٱلَّذِينَ
يُنفِقُونَ
أَمْوَٰلَهُمُ
ٱبْتِغَآءَ
مَرْضَاتِ
ٱللَّهِ
وَتَثْبِيتًۭا
مِّنْ
أَنفُسِهِمْ
كَمَثَلِ
جَنَّةٍۭ
بِرَبْوَةٍ
أَصَابَهَا
وَابِلٌۭ
فَـَٔاتَتْ
أُكُلَهَا
ضِعْفَيْنِ
فَإِن
لَّمْ
يُصِبْهَا
وَابِلٌۭ
فَطَلٌّۭ ۗ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
٢٦٥
Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang di siram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

أَيَوَدُّ
أَحَدُكُمْ
أَن
تَكُونَ
لَهُۥ
جَنَّةٌۭ
مِّن
نَّخِيلٍۢ
وَأَعْنَابٍۢ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
لَهُۥ
فِيهَا
مِن
كُلِّ
ٱلثَّمَرَٰتِ
وَأَصَابَهُ
ٱلْكِبَرُ
وَلَهُۥ
ذُرِّيَّةٌۭ
ضُعَفَآءُ
فَأَصَابَهَآ
إِعْصَارٌۭ
فِيهِ
نَارٌۭ
فَٱحْتَرَقَتْ ۗ
كَذَٰلِكَ
يُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ
لَعَلَّكُمْ
تَتَفَكَّرُونَ
٢٦٦
Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar.1 Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya.

يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوٓا۟
أَنفِقُوا۟
مِن
طَيِّبَـٰتِ
مَا
كَسَبْتُمْ
وَمِمَّآ
أَخْرَجْنَا
لَكُم
مِّنَ
ٱلْأَرْضِ ۖ
وَلَا
تَيَمَّمُوا۟
ٱلْخَبِيثَ
مِنْهُ
تُنفِقُونَ
وَلَسْتُم
بِـَٔاخِذِيهِ
إِلَّآ
أَن
تُغْمِضُوا۟
فِيهِ ۚ
وَٱعْلَمُوٓا۟
أَنَّ
ٱللَّهَ
غَنِىٌّ
حَمِيدٌ
٢٦٧
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

ٱلشَّيْطَـٰنُ
يَعِدُكُمُ
ٱلْفَقْرَ
وَيَأْمُرُكُم
بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ
وَٱللَّهُ
يَعِدُكُم
مَّغْفِرَةًۭ
مِّنْهُ
وَفَضْلًۭا ۗ
وَٱللَّهُ
وَٰسِعٌ
عَلِيمٌۭ
٢٦٨
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

يُؤْتِى
ٱلْحِكْمَةَ
مَن
يَشَآءُ ۚ
وَمَن
يُؤْتَ
ٱلْحِكْمَةَ
فَقَدْ
أُوتِىَ
خَيْرًۭا
كَثِيرًۭا ۗ
وَمَا
يَذَّكَّرُ
إِلَّآ
أُو۟لُوا۟
ٱلْأَلْبَـٰبِ
٢٦٩
Dia memberikan hikmah1 kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.

وَمَآ
أَنفَقْتُم
مِّن
نَّفَقَةٍ
أَوْ
نَذَرْتُم
مِّن
نَّذْرٍۢ
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُهُۥ ۗ
وَمَا
لِلظَّـٰلِمِينَ
مِنْ
أَنصَارٍ
٢٧٠
Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar1 yang kamu janjikan maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun.

إِن
تُبْدُوا۟
ٱلصَّدَقَـٰتِ
فَنِعِمَّا
هِىَ ۖ
وَإِن
تُخْفُوهَا
وَتُؤْتُوهَا
ٱلْفُقَرَآءَ
فَهُوَ
خَيْرٌۭ
لَّكُمْ ۚ
وَيُكَفِّرُ
عَنكُم
مِّن
سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌۭ
٢٧١
Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu,1 maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

۞ لَّيْسَ
عَلَيْكَ
هُدَىٰهُمْ
وَلَـٰكِنَّ
ٱللَّهَ
يَهْدِى
مَن
يَشَآءُ ۗ
وَمَا
تُنفِقُوا۟
مِنْ
خَيْرٍۢ
فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ
وَمَا
تُنفِقُونَ
إِلَّا
ٱبْتِغَآءَ
وَجْهِ
ٱللَّهِ ۚ
وَمَا
تُنفِقُوا۟
مِنْ
خَيْرٍۢ
يُوَفَّ
إِلَيْكُمْ
وَأَنتُمْ
لَا
تُظْلَمُونَ
٢٧٢
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).