Al-Qur'an Juz 16

Terjemahan dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

۞ قَالَ
أَلَمْ
أَقُل
لَّكَ
إِنَّكَ
لَن
تَسْتَطِيعَ
مَعِىَ
صَبْرًۭا
٧٥
Dia berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"

قَالَ
إِن
سَأَلْتُكَ
عَن
شَىْءٍۭ
بَعْدَهَا
فَلَا
تُصَـٰحِبْنِى ۖ
قَدْ
بَلَغْتَ
مِن
لَّدُنِّى
عُذْرًۭا
٧٦
Dia (Musa) berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku."

فَٱنطَلَقَا
حَتَّىٰٓ
إِذَآ
أَتَيَآ
أَهْلَ
قَرْيَةٍ
ٱسْتَطْعَمَآ
أَهْلَهَا
فَأَبَوْا۟
أَن
يُضَيِّفُوهُمَا
فَوَجَدَا
فِيهَا
جِدَارًۭا
يُرِيدُ
أَن
يَنقَضَّ
فَأَقَامَهُۥ ۖ
قَالَ
لَوْ
شِئْتَ
لَتَّخَذْتَ
عَلَيْهِ
أَجْرًۭا
٧٧
Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, "Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu."

قَالَ
هَـٰذَا
فِرَاقُ
بَيْنِى
وَبَيْنِكَ ۚ
سَأُنَبِّئُكَ
بِتَأْوِيلِ
مَا
لَمْ
تَسْتَطِع
عَّلَيْهِ
صَبْرًا
٧٨
Dia berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.

أَمَّا
ٱلسَّفِينَةُ
فَكَانَتْ
لِمَسَـٰكِينَ
يَعْمَلُونَ
فِى
ٱلْبَحْرِ
فَأَرَدتُّ
أَنْ
أَعِيبَهَا
وَكَانَ
وَرَآءَهُم
مَّلِكٌۭ
يَأْخُذُ
كُلَّ
سَفِينَةٍ
غَصْبًۭا
٧٩
Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.

وَأَمَّا
ٱلْغُلَـٰمُ
فَكَانَ
أَبَوَاهُ
مُؤْمِنَيْنِ
فَخَشِينَآ
أَن
يُرْهِقَهُمَا
طُغْيَـٰنًۭا
وَكُفْرًۭا
٨٠
Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.

فَأَرَدْنَآ
أَن
يُبْدِلَهُمَا
رَبُّهُمَا
خَيْرًۭا
مِّنْهُ
زَكَوٰةًۭ
وَأَقْرَبَ
رُحْمًۭا
٨١
Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).

وَأَمَّا
ٱلْجِدَارُ
فَكَانَ
لِغُلَـٰمَيْنِ
يَتِيمَيْنِ
فِى
ٱلْمَدِينَةِ
وَكَانَ
تَحْتَهُۥ
كَنزٌۭ
لَّهُمَا
وَكَانَ
أَبُوهُمَا
صَـٰلِحًۭا
فَأَرَادَ
رَبُّكَ
أَن
يَبْلُغَآ
أَشُدَّهُمَا
وَيَسْتَخْرِجَا
كَنزَهُمَا
رَحْمَةًۭ
مِّن
رَّبِّكَ ۚ
وَمَا
فَعَلْتُهُۥ
عَنْ
أَمْرِى ۚ
ذَٰلِكَ
تَأْوِيلُ
مَا
لَمْ
تَسْطِع
عَّلَيْهِ
صَبْرًۭا
٨٢
Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya."

وَيَسْـَٔلُونَكَ
عَن
ذِى
ٱلْقَرْنَيْنِ ۖ
قُلْ
سَأَتْلُوا۟
عَلَيْكُم
مِّنْهُ
ذِكْرًا
٨٣
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Akan kubacakan kepadamu kisahnya."

إِنَّا
مَكَّنَّا
لَهُۥ
فِى
ٱلْأَرْضِ
وَءَاتَيْنَـٰهُ
مِن
كُلِّ
شَىْءٍۢ
سَبَبًۭا
٨٤
Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu,

فَأَتْبَعَ
سَبَبًا
٨٥
maka dia pun menempuh suatu jalan.

حَتَّىٰٓ
إِذَا
بَلَغَ
مَغْرِبَ
ٱلشَّمْسِ
وَجَدَهَا
تَغْرُبُ
فِى
عَيْنٍ
حَمِئَةٍۢ
وَوَجَدَ
عِندَهَا
قَوْمًۭا ۗ
قُلْنَا
يَـٰذَا
ٱلْقَرْنَيْنِ
إِمَّآ
أَن
تُعَذِّبَ
وَإِمَّآ
أَن
تَتَّخِذَ
فِيهِمْ
حُسْنًۭا
٨٦
Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam,1 dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."

قَالَ
أَمَّا
مَن
ظَلَمَ
فَسَوْفَ
نُعَذِّبُهُۥ
ثُمَّ
يُرَدُّ
إِلَىٰ
رَبِّهِۦ
فَيُعَذِّبُهُۥ
عَذَابًۭا
نُّكْرًۭا
٨٧
Dia (Zulkarnain) berkata, "Barangsiapa berbuat zalim, Kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.

وَأَمَّا
مَنْ
ءَامَنَ
وَعَمِلَ
صَـٰلِحًۭا
فَلَهُۥ
جَزَآءً
ٱلْحُسْنَىٰ ۖ
وَسَنَقُولُ
لَهُۥ
مِنْ
أَمْرِنَا
يُسْرًۭا
٨٨
Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah."

ثُمَّ
أَتْبَعَ
سَبَبًا
٨٩
Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain).

حَتَّىٰٓ
إِذَا
بَلَغَ
مَطْلِعَ
ٱلشَّمْسِ
وَجَدَهَا
تَطْلُعُ
عَلَىٰ
قَوْمٍۢ
لَّمْ
نَجْعَل
لَّهُم
مِّن
دُونِهَا
سِتْرًۭا
٩٠
Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah Timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari)1 itu,

كَذَٰلِكَ
وَقَدْ
أَحَطْنَا
بِمَا
لَدَيْهِ
خُبْرًۭا
٩١
demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain).

ثُمَّ
أَتْبَعَ
سَبَبًا
٩٢
Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

حَتَّىٰٓ
إِذَا
بَلَغَ
بَيْنَ
ٱلسَّدَّيْنِ
وَجَدَ
مِن
دُونِهِمَا
قَوْمًۭا
لَّا
يَكَادُونَ
يَفْقَهُونَ
قَوْلًۭا
٩٣
Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.1

قَالُوا۟
يَـٰذَا
ٱلْقَرْنَيْنِ
إِنَّ
يَأْجُوجَ
وَمَأْجُوجَ
مُفْسِدُونَ
فِى
ٱلْأَرْضِ
فَهَلْ
نَجْعَلُ
لَكَ
خَرْجًا
عَلَىٰٓ
أَن
تَجْعَلَ
بَيْنَنَا
وَبَيْنَهُمْ
سَدًّۭا
٩٤
Mereka berkata, "Wahai Zulkarnain! Sungguh, Ya`jūj dan Ma`jūj1 itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?"