Surat An-Nur

Cahaya
madinah - 64 Ayat

Terjemahan dan tafsir bersumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

سُورَةٌ
أَنزَلْنَـٰهَا
وَفَرَضْنَـٰهَا
وَأَنزَلْنَا
فِيهَآ
ءَايَـٰتٍۭ
بَيِّنَـٰتٍۢ
لَّعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
١
(Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat.

ٱلزَّانِيَةُ
وَٱلزَّانِى
فَٱجْلِدُوا۟
كُلَّ
وَٰحِدٍۢ
مِّنْهُمَا
مِا۟ئَةَ
جَلْدَةٍۢ ۖ
وَلَا
تَأْخُذْكُم
بِهِمَا
رَأْفَةٌۭ
فِى
دِينِ
ٱللَّهِ
إِن
كُنتُمْ
تُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ ۖ
وَلْيَشْهَدْ
عَذَابَهُمَا
طَآئِفَةٌۭ
مِّنَ
ٱلْمُؤْمِنِينَ
٢
Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.

ٱلزَّانِى
لَا
يَنكِحُ
إِلَّا
زَانِيَةً
أَوْ
مُشْرِكَةًۭ
وَٱلزَّانِيَةُ
لَا
يَنكِحُهَآ
إِلَّا
زَانٍ
أَوْ
مُشْرِكٌۭ ۚ
وَحُرِّمَ
ذَٰلِكَ
عَلَى
ٱلْمُؤْمِنِينَ
٣
Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.1

وَٱلَّذِينَ
يَرْمُونَ
ٱلْمُحْصَنَـٰتِ
ثُمَّ
لَمْ
يَأْتُوا۟
بِأَرْبَعَةِ
شُهَدَآءَ
فَٱجْلِدُوهُمْ
ثَمَـٰنِينَ
جَلْدَةًۭ
وَلَا
تَقْبَلُوا۟
لَهُمْ
شَهَـٰدَةً
أَبَدًۭا ۚ
وَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ
ٱلْفَـٰسِقُونَ
٤
Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik,

إِلَّا
ٱلَّذِينَ
تَابُوا۟
مِنۢ
بَعْدِ
ذَٰلِكَ
وَأَصْلَحُوا۟
فَإِنَّ
ٱللَّهَ
غَفُورٌۭ
رَّحِيمٌۭ
٥
kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

وَٱلَّذِينَ
يَرْمُونَ
أَزْوَٰجَهُمْ
وَلَمْ
يَكُن
لَّهُمْ
شُهَدَآءُ
إِلَّآ
أَنفُسُهُمْ
فَشَهَـٰدَةُ
أَحَدِهِمْ
أَرْبَعُ
شَهَـٰدَٰتٍۭ
بِٱللَّهِ ۙ
إِنَّهُۥ
لَمِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
٦
Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar.

وَٱلْخَـٰمِسَةُ
أَنَّ
لَعْنَتَ
ٱللَّهِ
عَلَيْهِ
إِن
كَانَ
مِنَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
٧
Dan (sumpah) yang kelima bahwa laknat Allah akan menimpanya, jika dia termasuk orang yang berdusta.1

وَيَدْرَؤُا۟
عَنْهَا
ٱلْعَذَابَ
أَن
تَشْهَدَ
أَرْبَعَ
شَهَـٰدَٰتٍۭ
بِٱللَّهِ ۙ
إِنَّهُۥ
لَمِنَ
ٱلْكَـٰذِبِينَ
٨
Dan istri itu terhindar dari hukuman apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta,

وَٱلْخَـٰمِسَةَ
أَنَّ
غَضَبَ
ٱللَّهِ
عَلَيْهَآ
إِن
كَانَ
مِنَ
ٱلصَّـٰدِقِينَ
٩
dan (sumpah) yang kelima bahwa kemurkaan Allah akan menimpanya (istri), jika dia (suaminya) itu termasuk orang yang berkata benar.

وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
تَوَّابٌ
حَكِيمٌ
١٠
Dan sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan menemui kesulitan). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Mahabijaksana.

إِنَّ
ٱلَّذِينَ
جَآءُو
بِٱلْإِفْكِ
عُصْبَةٌۭ
مِّنكُمْ ۚ
لَا
تَحْسَبُوهُ
شَرًّۭا
لَّكُم ۖ
بَلْ
هُوَ
خَيْرٌۭ
لَّكُمْ ۚ
لِكُلِّ
ٱمْرِئٍۢ
مِّنْهُم
مَّا
ٱكْتَسَبَ
مِنَ
ٱلْإِثْمِ ۚ
وَٱلَّذِى
تَوَلَّىٰ
كِبْرَهُۥ
مِنْهُمْ
لَهُۥ
عَذَابٌ
عَظِيمٌۭ
١١
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).1

لَّوْلَآ
إِذْ
سَمِعْتُمُوهُ
ظَنَّ
ٱلْمُؤْمِنُونَ
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتُ
بِأَنفُسِهِمْ
خَيْرًۭا
وَقَالُوا۟
هَـٰذَآ
إِفْكٌۭ
مُّبِينٌۭ
١٢
Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, "Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata."

لَّوْلَا
جَآءُو
عَلَيْهِ
بِأَرْبَعَةِ
شُهَدَآءَ ۚ
فَإِذْ
لَمْ
يَأْتُوا۟
بِٱلشُّهَدَآءِ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
عِندَ
ٱللَّهِ
هُمُ
ٱلْكَـٰذِبُونَ
١٣
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat saksi? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi, maka mereka itu dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang berdusta.

وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ
لَمَسَّكُمْ
فِى
مَآ
أَفَضْتُمْ
فِيهِ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
١٤
Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).

إِذْ
تَلَقَّوْنَهُۥ
بِأَلْسِنَتِكُمْ
وَتَقُولُونَ
بِأَفْوَاهِكُم
مَّا
لَيْسَ
لَكُم
بِهِۦ
عِلْمٌۭ
وَتَحْسَبُونَهُۥ
هَيِّنًۭا
وَهُوَ
عِندَ
ٱللَّهِ
عَظِيمٌۭ
١٥
(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu perkara besar.

وَلَوْلَآ
إِذْ
سَمِعْتُمُوهُ
قُلْتُم
مَّا
يَكُونُ
لَنَآ
أَن
نَّتَكَلَّمَ
بِهَـٰذَا
سُبْحَـٰنَكَ
هَـٰذَا
بُهْتَـٰنٌ
عَظِيمٌۭ
١٦
Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, "Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar."

يَعِظُكُمُ
ٱللَّهُ
أَن
تَعُودُوا۟
لِمِثْلِهِۦٓ
أَبَدًا
إِن
كُنتُم
مُّؤْمِنِينَ
١٧
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali mengulangi seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang beriman,

وَيُبَيِّنُ
ٱللَّهُ
لَكُمُ
ٱلْـَٔايَـٰتِ ۚ
وَٱللَّهُ
عَلِيمٌ
حَكِيمٌ
١٨
dan Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

إِنَّ
ٱلَّذِينَ
يُحِبُّونَ
أَن
تَشِيعَ
ٱلْفَـٰحِشَةُ
فِى
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌۭ
فِى
ٱلدُّنْيَا
وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
وَأَنتُمْ
لَا
تَعْلَمُونَ
١٩
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

وَلَوْلَا
فَضْلُ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُۥ
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
رَءُوفٌۭ
رَّحِيمٌۭ
٢٠
Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh, Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.